MAKASSARPOS.COM – Realisasi pembiayaan utang pemerintah hingga April 2021 sebesar Rp 410,1 triliun. Realisasi ini sebesar 34,8% dari target APBN sebesar 1,177,4 triliun.
Kemudian, secara tahunan atau year on year (yoy) utang ini mengalami kenaikan 80,8%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, utang ini untuk menopang pembiayaan non utang, termasuk investasi dan menutup defisit APBN seiring pemulihan ekonomi dampak pandemi.
“Pembiayaan utang untuk menopang kebutuhan pembiayaan yang non-utang termasuk untuk investasi tadi,” katanya seperti dilansir detikcom, Selasa (25/5/2021).
Pembiayaan utang ini dipenuhi dari publikasi SBN. Kemudian, kontribusi BI berdasarkan SKB saya mencapai Rp 108,43 triliun dalam bentuk pembelian SUN Rp 68,86 triliun dan SBSN Rp 39,59 triliun.
Sri Mulyani juga menyebut adanya sisa anggaran anggaran (SILPA) Rp 254,19 triliun hingga akhir April 2021.
“SILPA kita memang tinggi tapi ini karena buffer yang terbawa dan juga karena kebutuhan belanja, serta strategi pembiayaan karena antisipasi kenaikan inflasi yang terjadi di Amerika yang tidak memberikan jaminan di dalam pembiayaan kita,” terangnya.











