Gara-Gara Ribut dengan Lamine Yamal, Facundo Bernal Terancam Sanksi Berat

Olahraga5 Dilihat

Pertandingan Real Betis melawan Barcelona dalam lanjutan Liga Spanyol atau LaLiga pada Sabtu (17/10/2026) diwarnai keributan antara Lamine Yamal dan Facundo Bernal. Insiden tersebut berujung kartu merah langsung bagi gelandang Real Betis itu, sedangkan Yamal mendapat kartu kuning.

Keributan terjadi pada babak kedua, tak lama setelah Real Betis memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 melalui gol Ez Abde. Situasi di lapangan memanas ketika sejumlah pemain terlibat adu argumen setelah Fermin López terjatuh di lapangan.

Wasit Ricardo de Burgos Bengoetxea kemudian mengusir Bernal setelah pemain asal Uruguay tersebut melakukan sundulan ke arah wajah Yamal. Insiden itu menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam pertandingan yang akhirnya dimenangkan Barcelona dengan skor 5-2.

Ketegangan bermula ketika Fermin López tergeletak di lapangan setelah terjadi kontak dalam pertandingan. Sejumlah pemain Real Betis berusaha mengangkatnya agar permainan dapat segera dilanjutkan.

Kiper Real Betis, Álvaro Valles, ikut mendekati Fermin. Yamal kemudian menghampiri situasi tersebut untuk membela rekan setimnya, sehingga terjadi adu mulut dan kontak fisik dengan pemain lawan.

Situasi yang awalnya berupa perdebatan dengan cepat berubah menjadi keributan. Beberapa pemain berada di sekitar lokasi kejadian ketika Yamal dan Bernal terlibat konfrontasi langsung.

Dalam rangkaian insiden tersebut, Bernal terlibat kontak fisik dengan Yamal. Berdasarkan laporan pertandingan wasit yang dikutip media Spanyol, Bernal memegang bagian leher lawannya sebelum menyundul wajah Yamal dua kali secara beruntun ketika bola tidak sedang dimainkan.

Wasit langsung mengeluarkan kartu merah kepada Bernal karena tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius. Keputusan itu membuat Real Betis harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.

Yamal juga menerima kartu kuning atas keterlibatannya dalam keributan. Meski demikian, pemain muda Barcelona tersebut tetap melanjutkan pertandingan hingga peluit akhir.

Pengusiran Bernal terjadi ketika Real Betis baru saja memperkecil ketertinggalan melalui gol Abde. Sebelumnya, Barcelona unggul melalui gol Lamine Yamal, Rodri, dan Gabriel Jesus, sementara Real Betis mencetak gol melalui Diego Gómez dan Abde.

Setelah Bernal meninggalkan lapangan, Barcelona mampu mengendalikan jalannya pertandingan dengan keunggulan jumlah pemain. Eric García mencetak gol keempat pada menit ke-63, sebelum Dani Olmo memastikan kemenangan 5-2 lewat gol pada menit ke-81.

Hasil tersebut mempertahankan rekor sempurna Barcelona di LaLiga. Kemenangan itu menjadi kemenangan kesembilan mereka dalam sembilan pertandingan liga pada musim tersebut.

Kartu merah langsung membuat Bernal berpotensi menghadapi hukuman larangan bermain pada pertandingan berikutnya. Laporan media Spanyol menyebut tindakan menyundul lawan dapat dikategorikan sebagai agresi, dengan kemungkinan sanksi yang bergantung pada penilaian otoritas disiplin dan laporan resmi wasit.

Besarnya hukuman belum dapat dipastikan hanya berdasarkan kartu merah yang diterimanya. Komite disiplin LaLiga akan mempertimbangkan laporan pertandingan dan ketentuan yang berlaku sebelum menetapkan keputusan lebih lanjut.

Insiden ini juga menjadi pengingat bahwa tindakan fisik di luar perebutan bola dapat membawa konsekuensi serius bagi pemain dan tim. Bagi Real Betis, kehilangan Bernal tidak hanya mengurangi jumlah pemain dalam pertandingan tersebut, tetapi juga berpotensi memengaruhi susunan tim pada laga berikutnya.

Keributan antara Yamal dan Bernal akhirnya menjadi sorotan di tengah kemenangan Barcelona. Selain hasil akhir 5-2, insiden tersebut menarik perhatian karena memperlihatkan bagaimana ketegangan sesaat dapat berujung pada pengusiran pemain dan kemungkinan hukuman disiplin lanjutan.