MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar bersama Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), meninjau langsung sejumlah aset milik Pemerintah Kota Makassar yang bermasalah.
Aset bermasalah yang ditinjau tersebut antara lain, Taman Laguna Losari, Terminal Regional Daya, Kawasan Pergudangan Pelita Agro, Fasum Perumnas RS. Faisal, Fasum eks Terminal Toddopuli serta CCR di Jalan Toddopuli Raya Timur.
Koordinator Wilayah VIII Korsupgah KPK, Adliansyah Malik Nasution pada kesempatan itu mengatakan, pihaknya baru mendengar banyaknya persoalan aset di Kota Makassar. Setidaknya ada 25 item aset bermasalah yang diprioritaskan untuk diselesaikan.
“Ada aset tanah dan bangunan. Ada dikuasai pihak lain, ada dikerjasamakan, tapi hasilnya tidak diperoleh oleh pemkot,” kata Adliansyah.
Aldiansyah menambahkan, peninjauan tersebut untuk memastikan kondisi di lapangan juga memperkuat dugaan.
“Kemarin sebenarnya kita sudah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Makassar, dan kita juga sudah lihat kondisi administrasi permasalahan itu, sekarang kita lihat fisik,” ujarnya.
Adliansyah menilai aset yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Makassar menarik untuk ditindak lanjut. Bahkan kata dia, jika semua pihak terkait bertindak, maka aset bermasalah milik Pemerintah Kota Makassar bisa dikembalikan.
Sementara Wali kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengaku walaupun masa jabatannya tinggal delapan hari, dirinya tetap ingin mengembalikan semua fasum dan fasos yang dikuasai oleh oknum lain.
Danny bersyukur pengembalian fasum-fasos milik Pemerintah Kota Makassar telah di dampingi KPK untuk membantu dan mendalami permasalahan Fasum dan Fasos milik Pemkot Makassar.
“Alhamdulillah beliau membantu secara penuh, termasuk hari ini kita terjun langsung memastikan aset yang bermasalah, supaya tidak bias,” ujar Danny.
Adapun jumlah fasum dan fasos milik Pemerintah Kota Makassar, sambung Danny yakni sekira 700 item yang masih tahap pengejaran.***
MAKASSARPOS www.makassarpos.com